Logo
images

Pemenang Film Terbaik Ujian Praktikum Drama 2

Ujian Praktikum Drama 2 Mahasiswa Angkatan 2014 Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

PEMUTARAN FILM PENDEK, BERIKUT DAFTAR PEMENANGNYA

Enam penghargaan diperebutkan sebelas film karya mahasiswa angkatan 2014

Akhir Februari, Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) menggelar pemutaran film pendek yang merupakan ujian praktik dari mata kuliah drama 2 dengan menyuguhkan sebelas film pendek di antaranya, Harga Diri Besok pagi, Paras Cantik di Sudut Kota, Kepulan Asap Aksara, Gamang, Kaukus Cita, Mirror, Gang Sadar, Mantra Bukit Tengger, Paham Salah, Satanism, dan Bukan Indonesiaku menjadi rentetan daftar film pendek karya mahasiswa angkatan 2014.

Kesebeles film tersebut memperebutkan enam kategori yakni artistik terbaik, penulis skenario terbaik, editor terbaik, kameraman terbaik, sutradara terbaik, dan film terbaik.

Rodli TL di dapuk menjadi juri dalam gelaran tahunan prodi PBSI tersebut didampingi Suantoko selaku dosen pengampu mata kuliah drama 2, yang dalam sambutannya mengungkapkan harapan besar bagi mahasiswa untuk berproses lebih jauh di bidang sinematografi.
“Silahkan berproses lebih dalam, laboratorium mewadahi kalian untuk berkreasi” paparnya sembari menunggu juri memutuskan yang terbaik dari masing-masing kategori.

Dosen yang dikenal santai dan mudah bergaul dengan mahasiswa itu menambahkan terkait akan dibentuknya komunitas sinematografi bagi mahasiswa PBSI sebagai salah satu sarana penunjang minat dan bakat mahasiswa.
“Saya berharap ada bibit-bibit baru yang nantinya dapat mengikuti lomba film pendek yang saat ini menjadi trend” tambahnya

Sementara itu, peraih kameraman terbaik berhasil disabet oleh film Gamang, dan peraih artistik terbaik, editor terbaik, penulis scenario terbaik, sutradara terbaik dan film terbaik di borong oleh film Satanism.


TAG , , , , , , ,

Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Tinggalkan Komentar